Jumat, 01 April 2011

Symphony no Melody [chapter2#3]

Posted by Beethouvyne On Blogger 07.18, under | No comments


Holiday....

Hongo (2)

“Kanata-kun”
“..........”
“Bangun!!!”
“............”
“Hoy!!”

Pelan-pelan mataku terbuka. Aku mendapati Ibuku yang sudah mengenakan baju olahraga lengkap dengan raket tennis.
“Okasan, ngantuk nie.” Aku kembali memejamkan mataku yang terasa sangat berat. Seperti berjuta-juta batu tertumpuk di atasnya.
“Ayo olahraga!” Ucapnya kepadaku sembari menarik-narik kedua tanganku. “Kalau tidak bangun, aku panggilkan Ayah loh.”
“Bukannya Otousan...” Aku baru teringat jika minggu ini kami sekeluarga akan pergi main tennis bersama-sama.

Memang jadwal rutin kami untuk melakukan olahraga bersama setiap 2 minggu sekali.

“Nee.. kau lupa ya, Rina juga akan ikut loh.”
“Hontou desu ka.” Mataku yang tadinya terpejam berat seolah terbuka lebar dengan sendirinya. Aku pun memelototi Ibuku.
“Iya, kata nenek, dia sudah tidak mau lagi bersekolah di Chiba, jadi dia akan kembali bersekolah di sini.” Kata Ibu.

Ibuku tahu aku pasti akan senang mendengar berita mengejutkan ini. Rina adalah adik yang sangat aku sayangi. Ia gadis kecil yang baik. Namun suatu hari, Rina divonis menderita penyakit asma yang akut. Sehingga, setiap hari, ia dituntut menggunakan masker. Sampai suatu ketika, nenekku yang berada di Chiba mengajak Rina untuk tinggal di sana. Aku yang sebenarnya menentang keras permintaan nenek, akhirnnya setuju juga. Kata ibu, Rina akan segera pulih jika berada di daerah yang bebas polusi.

“Tapi, Rina sudah sembuh, kan ?” Tanyaku.
“Untuk sekarang, keadaan Rina sudah stabil kok.” Jawab Ibu.
“Huffh, syukurlah.” Kataku lega.
 “Sudah!! Ayooo mandi sana!!” Ibu menendang bokongku menuju kedalam kamar mandi.
Selang 5 menit setelah aku selesai mandi, aku mendengar suara yang tidak asing lagi.
“Niichan..” sapaan itu memanggilku. Aku keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan boxer saja. Aku membuka pintu kamar mandi cepat-cepat.
“RINNNNNNA!!!” teriakku keras-keras sembari menghampirinya dan sesegera mungkin memeluknya.
“Kakak kangen banget ma kamu, Rin!” ucapku kepadanya. Aku sampai lupa jika aku hanya mengenakan boxer dan itu terlihat oleh Rina. Akh! Tak masalah yang penting aku telah berjumpa kembali dengan adik kesayanganku itu.
“Itttttaaaaaii! Niichan! Sesak nih! Bisa-bisa baru sehari aku berada disini, keadaan ku kembali memburuk!”
“Hush! Kamu ini bilang apaan sih Rina! Jangan ngomong begitu! Nggak baik ah.” Ibu menasehati Rina.
“Minna! Jadi tidak?” Tanya otousan yang saat itu telah bersiap-siap untuk pergi.
“Ya.. jadilah! Masak ya jadi dong!” paduan suaraku dan juga Rina.

            Kami berempat bergegas menuju kedalam mobil. Watashi no otousan to okasan duduk di jok depan. Sementara Aku dan Rina duduk di jok belakang. Disepanjang jalan, Aku dan Rina menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap. Rasanya Aku sangat merindukan hal seperti ini.

            Kira-kira lima beals menit setelah itu, kami sampai di tempat parkir. Aku, Okasan, dan Rina pergi terlebih dahulu menuju ke lapangan Tennis. Sementara itu, ayah sedang sibuk ngobrol dengan salah seorang temannya yang saat itu juga berada di tempat parkir.

“Okasan, Rina boleh ikut main, desu nee?” Rina membujuk Okasan.
“Nee, kau harus banyak istirahat loh.”
“Demo, doshiteeeee.. onegai” Aku juga ikut-ikutan membujuk Okasan.
“Sinpai suna, Rina akan baik-baik saja ko’.” Senyum manis Rina yang telah lama tidak dilihat oleh Okasan, seperti sihir yang kemudian mengubah pemikiran Okasan.
“Hai! Wakatta. Tapi ingat, kalau saja kamu merasa sedikit lelah, kamu harus langsung ngomong ke Ibu, wakarimasuka?”
“Hai. Wakarimasu.” Rina mengangguk.

bersambung di chapter2#4

0 komentar:

Posting Komentar