Sayonara.........
Hongo menuju ke aula, tempat dimana teman-teman yang lainnya berkumpul.
Mereka semua berbaris menurut kelasnya. Seperti apel pagi yang selalu dilaksanakan setiap hari Senin. Namun, sekarang ini hanya murid-murid kelas 9 yang melaksanakannya.
Setelah tadi bersenang-senang, sekaranglah saatnya mereka untuk mengucapkan salam perpisahan bagi SMP mereka yang tercinta.
“Dachha!!!” Ucap Hongo sambil ikut masuk ke barisan.
“Astaga!!! Jangan ngagetin gitu ahhh!!” Ryo kaget.
“Ehem... loe dari mana aja towh?” Tanya Ryosuuke kepada Hongo.
“Owh.. tadi Erika....”
“Benarkan apa kataku....” Ryo memotong pembicaraan.
“Benar apanya hah?” Tanya Hongo bingung.
“Itu...tuh... sama kayak gw!!” Ryo menunjuk-nunjuk.
“Kancing loe diminta siapa Ryo???” Tanya Yuto.
“Ini.. diminta ama Fujiki anak 9 F... gw kagak tau kalo dia ngefans berat ama gw... hahahaha...” Jawab Ryo kegirangan.
“Lha kamu Hongo??” Yuto bertanya kepada Hongo.
“Erika minta kancing pertama loe kan?” Ryo tampak yakin.
“Iyaaaa...” Jawab Hongo mantap.
“Eitz... bentar om... kok.. kancing loe brodol 2?” Tanya Yuto sembari memegangi Gakuran Hongo.
“Eh... ini... sebenarnya yang gw kasih ke Erika tu kancing ke dua gw.” Jawab Hongo dengan pringas-pringis.
“Nah.. Lho... kok gitu... Truusss kancing pertama loe kemana?” Ryo semakin tertarik.
“Hilang.” Jawab Hongo.
“Hahhh... Hilaaaaang???” Mereka ber-2 nampak keheranan.
“Kok... bisa..??” Tanya mereka ber-2 kompak.
“Tadi ada kucing yang nabrak waktu gw mau ngasih kancing itu ke Erika... ehhh.. gara-gara itu kancing pertama gw kelempar jauh.” Jawab Hongo sedih.
“Wadhoh.. gawat dong kalo gitu..” Yuto tegang.
“Emangnya kenapa??” tanya Ryo.
“Tahu nggak kenapa setiap cewek pengen banget dapat kancing pertamanya cowok yang disukai?” Yuto mulai serius.
“Nggak.. memangnya kenapa??” Hongo dan Ryo keheranan.
“Begini... katanya, jika cewek dapat kancing pertama dari cowok yang mereka sukai, mereka akan menjadi pasangan yang serasi dan tak kan terpisahkan.” Yuto mendongeng ke teman-temannya.
“Terus kalau kancing kedua? Ketiga? Keempat? Keseratus?” Tanya Ryo.
PLAAAAK!! Hongo memukul kepala Ryo.
“Bakkaaa.. kancing kita kan cuma ada 5 dodol!!!” teriak Hongo.
“Yaa.. tetep aja nggak manjur...” Yuto kembali menjelaskan.
“Hontou ni....???” tanya Ryo dan Hongo.
“Terserah sih kalian mau percaya pa nggak.” Kata Yuto.
“Pantas aja ketika aku memberikan kancing kedua ku pada Erika, dia tampak sedih dan langsung pergi.” Cerita Hongo pada Ryo dan Yuto.
“Maaf Erika aku memang sulit mengerti... apa mungkin memang kita tidak ditakdirkan untuk selalu bersama??” kata Hongo dalam hati.
..........................................................................................................................................
“Tadaima...” Chinen menyapa semuanya.
“Loe kemana aja???? Katanya nyari Hongo kok malah ngilang??? Dasar!!!.”
“Gomenasai Yuto-kun... tadi Chinen habis dikroyok ama cewek-cewek”
“Yaang bener lu???” Ryo, Hongo, dan Yuto bingung.
“Iyah.. nih liat..”
Chinen menunjukkan baju Gakurannya yang tidak lagi memiliki kancing. Kelima kancingnya tidak lagi menempel pada Gakuran Chinen.
“Kemana semua kancing loe?” Yuto bertanya kepada Chinen.
“Yaa... diambil sama cewek-cewek itu lah!!!” Jawab Chinen dengan bangga.
“Truss... kok bisa sih!!” Ryo tampak tidak paham.
“Aku cuma sedikit menggoda mereka seperti mengatakan.... hai, manis... mau kancing ku ini nggak???.. atau.... sudikah kiranya putri impian ku menerima kancing ini???? Begitu....” Jawab Chinen dengan gembira.
“Hahaha.. loe mang nggak tau malu yaaa...” Hongo tertawa lepas.
“Iyah.. Dia belum tau sih... jika dia memberikan kancing pertamanya ke sembarangan orang, dia bakalan hidup bersamanya selamanya...Wkokokokok!!!” Ryo menggoda Chinen.
“MAAAJI DEEEE??” Chinen kaget.
“Beneran!” Yuto memperjelas.
“BAAKKKKAAAA!!! BAKA JANAI YO!!” Chinen memukul-mukulkan kepalanya sendiri ke lantai terdekat.
“Woi.. om.. memangnya kancing pertama loe, loe berikan ke siapa sih???” Tanya Hongo.
“Akkkkkuuuu berikaaaaaaaan keeee..... Nagasawa......” Chinen memelankan suaranya.
“UUWWAAAAPAAA???” semua kompak berteriak.
“Masya Allah!!! Si cupu, si kutu buku, si kutu rambut, si obat nyamuk, Nagasawa anak 9-G!!!” Hongo memastikan.
“BHAHAHAHAHA....”
“WKOKOKOKOK!!!” HYAHAHAHAHAHAHAHAHAHA...”
Semuanya menertawakan Chinen tanpa hentinya. Dan Chinen hanya bisa mengelus-elus kepalanya supaya dirinya sedikit rileks.
“Jangan ingatkan aku tentang kancing-kancing bego plus sialan itu lagi!!!” Kata Chinen sembari merapikan barisan supaya sama dengan teman yang ada di depannya.
“Iyah... ayo.. serius... kita harus konsentrasi dengan apel terakhir kita di SMP ini.” Hongo menasehati teman-temannya.
“Iya... kita harus serius barisnya, supaya bisa kayak Chinen, yang dari tadi dilihatin ama Nagasawa-sama itu..” Ryo menunjuk-nunjuk.
“Hontou ni???” Chinen menoleh ke barisan anak 9-G.
“Iyah.. tu... Si Nagasawa-Baka lagi nglihatin elu Chinen.” Kata Yuto menggoda.
“HWAAAAA...... DOSHITEEEEEEE!!!!” Chinen kembali memukul-mukulkan kepalanya ke lantai terdekat.
..........................................................................................................................................
Jam menunjukan tepat pukul 17.30. Hongo berpamitan kepada teman-teman satu kelasnya dan kepada anak Shounen band.
“Gw pulang ya... semoga kalian diterima di SMU pilihan kalian.” Hongo menjabat tangan Ryo, Chinen, dan juga tangan Yuto.
“Hongo,... thanks dah jadi gitaris Shonen band ya...” Yuto berkata kepada Hongo.
“Thanks.. juga om... tanpa permainan drum loe, Shonen band kagak bakal ada.” Hongo memeluk Yuto.
“Nggg...gggww.. juuuga pengen di peeeluuuk!!!” kata Chinen sembari mengusap air matanya yang mengalir dari tadi.
“Hahaha... kayak anak kecil... ayo peluk Chinen bareng-bareng!” Hongo mengomando Yuto dan Ryosuuke.
Mereka pun menyerbu Chinen, kemudian memeluknya sangat erat. Mungkin ini pelukan terakhir mereka bersama.
“Owh.. iyah.. aku sampai lupaaaa...” Ujar Ryosuuke.
“Apppaaa?” Tanya Yuto.
“AYO KITA AMBIL PHOTO !!!” Kata Ryoosuke bersemangat.
“Iyah... kita harus mengabadikan moment ini...” Ujar Hongo sembari mengaktifkan kamera Hpnya. Dan kemudian meletakannya di meja guru yang terletak di depan kelas dan menghidupkan Timer di Hpnya. Setelah itu Hongo cepat-cepat menghampiri yang lainnya.
“Minnaaaaa...” Hongo mengomando.
“Satu....”
“Dua...”
"Tiigaaaaa....”
“SHOUNEN BAND!!!! POWER ENTER!!!” teriak mereka bersama.
Mereka berempat meneriakan yell mereka dengan berpose.
“Yattaaaaaa!!! Hongo, disimpen yaa..... kalo perlu dicetak satu-satu buat lucu-lucuan.” Yuto mengambil Hp Hongo dan memberikannya.
Mereka berempat merapikan kelas bersama-sama. Yuto menata kursi-kursi ditempatnya semula. Hongo dan Ryosuuke bahu-membahu mengangkat meja-meja ke tempatnya semula. Dan Chinen mengambil video mereka bertiga.
..........................................................................................................................................
“Eh.. Jyaa... nee... aku bakal ngrinduin kalian..” Ryo mengambil tas kemudian berlalu. Disusul dengan Yuto.
“Dachaaa.. semoga kita bisa satu sekolahan lagi...” Ujar Chinen sambil tersenyum.
“Kelak jika kita bertemu kembali, aku akan kembali memelukmu mungkin akan lebih kuat dari yang tadi... Hahahaha..” Hongo mengambil tas yang masih berada di bangkunya.
“Janji yaaaa.... “ Chinen berjalan pergi meninggalkan Hongo sendirian.
bersambung di chapter1#3

0 komentar:
Posting Komentar