Perang Belum Berakhir!!!
Perfektur Ex-Semarang, 2213 . . .
Pagi yang indah di musim semi. Burung-burung berkicauan, bunga-bunga bermekaran. Segala hal terlihat cantik, tapi tidak dengan Mohammad Van Jazzter Schotlezz. Anak laki-laki dengan tatanan rambut spike melangkah gontai menuju ke Spesix Academy, sekolah tersohor di Ex-Semarang yang mendidik para komander (baca: siswa militer) untuk belajar dan nantinya dapat menjaga keutuhan negara, di tengah aksi separatis dan kejahatan berkedok gencatan fisik.
Ehmm.. kita kembali kepada Jazzter, biasanya dia adalah moodmaker ketika yang lain sedang bosan, tapi. . hari ini dia berjalan diiringi awan mendung diwajahnya.
“Aku tak percaya Nenek melakukan hal itu padaku!” runtuknya dalam hati.
Isi Kepalanya kacau dengan kejadian yang terjadi tadi pagi. Jazzter terus menggerutu dalam hati sampai tanpa sadar dia menabrak sesuatu eh bukan, seseorang. . itu Rave! Sahabat seperjuangan Jazzter yang selalu menunjukan raut innocent nya itu terpental sejauh 4 meter dari tempatnya bediri.
“Rave!!!” Bentaknya “Ngapain kamu disitu? Dan kenapa kamu menabrakku?!”
“Kau yang nabrak dia!” Ucap Sky sambil membantu Rave berdiri. “Dasar bodoh!!”
“Apa?!Aku bodoh?! Salah sendiri jalan di jalurku!” Jazzter setengah teriak.
“Aku nggak jalan” Jawab Rave
“Lalu?”
“Diam, berdiri”
“Hanya itu??”
“. . . “
“Arrrggghh!!! Kenapa kau harus berdiri disitu! Kau kan tahu aku ini selalu nabrak!” cerocos nya sewot. “Apalagi kau selalu diam ditempat! Mana aku tahu kalau aku bakal nabrak kamu!”
“Kau ini kenapa?salah sendiri jalan ga liat-liat! Hei baby-punk, Kepalamu berasap tuh!” ujar Sky ketus.
“Sky, kau ini cerewet sekali! Padahal kau tahu aku jalan ga lihat-lihat, kenapa kau tak peringatkan Rave yang pendiam! Kalau cerewet saja bisa, kenapa untuk memperingatinya kamu nggak mampu! Kalau kamu tadi melakukannya, aku kan nggak akan nabrak di bla. . bla. . bla. . “
“BRAAAAAAAAAAKK!!!” suara buku setebal 10 cm terdengar menghantam kepala seseorang.
“Aduuuh. . “ rintih Jazzter sembari memegangi kepalanya yang dibogem ensiklopedi tata surya. Setebal kepalan tangan milik Sky. “Udah cukup!” Ucapnya kesal.
“Kau yang salah tapi malah sewot sendiri! Malah bilang aku cerewet lagi! Kenapa sih?!”
“What’s wrong?” Tanya Rave sambil memainkan benjol Jazzter yang tingginya hamper mencapai jambulnya.
“Tadi pagi. . “ Ungkapnya mewek “Nenek mengambil onde-ondeku. . tapi dia malah menuduhku sudah mengembat kue bandungnya.” Lanjutnya.
“Sudah diperiksa?” Tanya Sky mengiba pada si korban musibah.
“Nihil. . “ ucapnya lemes. “Dan sekarang, Nenek malah menyandera sate ayamku! Katanya kalau kue bandungnya nggak kembali, dia akan mencacah sateku.”
Sky dan Rave hanya diam entah takjub entah berpikir bahwa Jazzter itu goblok.
“Sky, Rave. . kalian percaya padaku kan? Aku nggak mungkin melakukannya kan?” Tanya Jazzter penuh harap.
“Mungkin. . “ Jawab Sky dan Rave bersamaan dengan entengnya.
“Huwaaa. . kalian Jahat!” Jazzter nangis sambil grepe-grepe pohon Jati. Merasa kasian dengan temannya itu, akhirnya Rave dan Sky sepakat untuk membantu mengungkap dalang di balik pagelaran wayang ini – eh! kejadian ini. Hati Jazzter riang gembira dan langsung reflek memeluk erat 2 temannya itu, hingga tak peduli jika yang dipeluk cuma bisa megap-megap kehabisan nafas.
“Ayo masuk!!” Ajak Jazzter ketika mereka sampai di rumahnya. Rave langsung menuju kamarnya. . sedangkan Sky memutuskan untuk menginterogasi News, anjing Jazzter yang juga memiliki jambul di atas kepalanya.
“hmm, seperti yang sudah aku duga. . “ Ucap Sky mengamati News.
“SKY LANDSTEINER?! Apakah kau sudah memecahkan misterinya?” Tanya Jazzter kagum. Maklum saja jika Sky mampu memecahkannya dengan cepat, di Spesix Academy, Sky selalu menjadi nomor 1 selama 2 tahun berturut-turut tak heran jika Sky memiliki laboratorium sendiri di sana.
“Ya!” Sky yakin sekali.
“Katakan!!” Jerit jazzter nggak sabar.
“Aku tahu sesuatu . . “ ujarnya mendramatisir. “kau membawa News tidur denganmu kan?” Jazter hanya melongo. “Kau tahu, baunya seperti mu!”
GUBRAAAAAKK!!! “Aku serius!!” Ucap Jazzter kesal.
Drap. . Drap. . Drap. . Braaak!! Gabruuuk!!! Suara Rave yang tengah berlari kemudian jatuh berguling dari atas tangga memecah suasana.
“Rave!!!” Jerit jazzter panik melihat Rave yang jatuh tengkurap.
“Ada apa denganmu?” Tanya Sky frustasi sambil memastikan tak ada tulang yang bergeser, retak, ataupun patah dari tubuh anak itu.
“Coklat. . “ desah Rave di sela nafasnya yang memburu.
“Coklat?!” ucap 2 temannya berbarengan.
“Hilang . . “ lanjut Rave. Jazzter dan Sky saling berpandangan satu sama lain dan tanpa aba-aba apapun ketiganya berlarian menuju kamar Rave dan menemukan potongan coklat yang di bagian pinggirnya tercetak gigitan gigi-gigi kecil. Jazzter maupun neneknya tidak masuk ke kamar Rave sejak kemarin. Sedangkan Rave sendiri semalam tidak tidur di rumah Jazzter. Hanya satu jawaban. . . membayangkan saja Jazzter langsung berkeringat dingin menyadari pelaku atas semua misteri ini.
“Nying-nying. . “ Desis Jazzter. (ket: Dalam kamus besar Bahasa Indonesia tahun 2213, kata tikus di kembalikan seperti pada Bahasa Jawa, yaitu nying-nying) dan ketika jazzter selesai mengucapkan kata ajaib barusan, Rave dapat merasakan sesuatu mendatangi mereka. Sesuatu yang kecil dan hitam. . . .nying-nying datang! Ketika menyadari hal tersebut, Rave dan Sky hanya bisa berlari terbirit-birit karena Jazzter mengeluarkan second, senjatanya yang terpasang pada pistol yang tenaga tembakannya dapat menembus baja setebal lebih dari 5 meter semudah mengoyak jeli hanya sekali tembak.
“kemari kau. . “ Desis Jazzter kalap “Disana kau rupanya. . !” ucap Jazzter sembari mengarahkan second ke lemari dan. . DUAAAR!! Sudah tidak ada lagi lemari disana.
“Jangan lari!” Teriak Jazzter, sekarang dia menghadapkan moncong pistolnya ke bawah meja, dan sekali lagi. . DUAAAR!!! Tak ada meja lagi, hanya ada kaki meja. Baku hantam antara The Second Komander, si Jazzter VS The Nying-nying, si-tikus terjadi hampir 1 jam dan hampir pula menghancurkan rumah sampai membuat Rave emosi jiwa dan melempar ensiklopedi setebal 10 cm milik Sky tepat ke arah sang nying-nying itu. .
BRAAAAAAK!!!
Melayanglah nyawa si nying-nying oleh lemparan buku Rave dan bukan karena
senjata mutakhir Jazzter (Jazzter dan Sky masih tetap merinding kalau ingat betapa kuatnya Rave yang sering bengong tanpa ekspresi itu)
“Akhirnya. . “ desah Jazzter lega “ini semua berakhir.”
“. . . . “
“Belum Selesai!!” teriak Karen, nenek Jazzter. Suaranya membahana keseluruh ruangan ketika mendapati rumahnya porak-poranda oleh aksi Jazzter dkk, ketika dia pergi.
“Ne. . Nenek!!” Jerit Jazzter terbata-bata.
“JAZZTER!!” Teriak nenek Jazzter frustasi.
Sementara Jazzter tengah dihujani berjuta-juta kalimat ‘indah’ oleh neneknya. Rave dan Sky berlindung, menyelamatkan diri di kolong meja makan.
“Kalau kau bisa membunuh nying-nying semudah itu kenapa tidak bilang?” Tanya Sky penasaran.
“Tidak ada yang Tanya.” Jawab Rave singkat dan datar.
“Astaga. . “ ucap Sky frustasi. “Dasar muka datar!!”
Ketika tengah asyik dengan kegiatan masing-masing, terdengar suara . . Sraak. . Sraaak. . Sraaak. . dan semua orang mengalihkan pandangannya ke bungkusan kue bandung yang dibawa Karen.
“NYING-NYING!!!” pekik Jazzter sambil berlarian membawa second-nya.
“Ensiklopedi. . . “ Ucap Rave berlari sambil membawa ensiklopedi menyusul Jazzter.
“Astaga-dragon. . perang belum berakhir. . .!!” Ratap Sky di pojok meja sendirian.”
Perang Belum Berakhir!!! – Selesai -

0 komentar:
Posting Komentar